<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://senayan.diknas.go.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="443">
<titleInfo>
<title>MENGHILANGKAN SAKIT HATI ANTAR UMAT YANG LAHIR OLEH SEJARAH - Rekaman Proses Forum Sarasehan Ulama dan Pendeta</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Nugroho,Singgih, Dkk</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Salatiga</placeTerm></place>
<publisher>Pustaka PERCIK</publisher>
<dateIssued>2003</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition>Cetakan I</edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>1 copy</extent>
</physicalDescription>
<relatedItem type="series">
<titleInfo>
<title>-</title>
</titleInfo>
</relatedItem>
<note>Buku ini membahas mengenai: 
Menghilangkan sakit hati antar umat yang lahir oleh sejarah merupakan sebuah kumpulan percakapan yang membedah agenda-agenda tersembunyi dari masyarakat warga yang berbeda agama. Kredo Bhinneka Tunggal Ika ternyata selama ini masih merupakan ikon kebangsaan yang dangkal. Warna riil dari ikon ini adalah kedangkalan dalam mengedepankan tradisi pluralis-dialogis. Akibatnya, sejarah yang diukir oleh bangsa ini kemudian banyak membawa bendera kebenarannya sendiri dan tidak mengembangkan tradisi bertoleransi.
Mencatat tradisi dialog antar-iman, melalui sarasehan misalnya, menjadi pilihan untuk mencoba mencairkan kebekuan relasi anak bangsa berbeda agama. Tradisi membangun ruang publik bebas sebagai indikator kedewasaan masyarakat warga yang plural harus dimulai. Tradisi berdialog, walau dengan nuansa yang tajam sekalipun tanpa jatuh ke dalam arena kekerasan fisik, merupakan sebuah tradisi yang perlu disemai,dipelihara, dan didewasakan. Nuansa plural, sebagai bagian dari fakta etnisitas dan religiositas yang jamak, tidak harus membuat pihak yang memiliki potensi mendominasi menjadi tirani atas komunitas yang di atas kertas sangat minoritas. Nuansa ini, mestinya justru menjadikan wacana kemanusiaan sebagai umat beriman perlu dikonkretkan.</note>
<classification>Kegiatan-kegiatan</classification><identifier type="isbn">9799660343</identifier><location>
<physicalLocation>PERPUSTAKAAN SATUNAMA YAYASAN SATUNAMA YOGYAKARTA</physicalLocation>
<shelfLocator>294.37.NUG.me</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">294.37.NUG.me</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library</sublocation>
<shelfLocator>294.37.NUG.me</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<slims:image>294.37.NUG.me.JPG</slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier>443</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2014-08-26 14:33:04</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2017-07-13 14:35:10</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>